Selasa, 25 Desember 2018

Muhasabah Diri

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Hai kawan.. Lagi senengnya posting puisi setelah terpendam dalam kotak hitam ajaib selama bertahun-tahun. Niatnya sih selain buat melatih keberanian dan kepedean, juga biar bisa sharing ilmu nih sama kalian. Ini puisi amatiran banget.. Namanya juga lagi belajar. Jadi kalau ada salah-salah kata atau pemilihan diksi yang ga tepat please koreksi ya.. Pastinya koreksi yang membangun. Supaya puisi saya nantinya layak untuk dinikmati banyak orang. 

Puisi ini tercipta ketika banyak teman2 yang ngucapin  selamat untuk miladku tahun ini. Spesial banget karena ternyata aku ada dihati mereka, mereka perhatian banget.  And it's a sweet moment for me. Nah, balasan buat kebaikan mereka tercipta lah puisi ini... Semoga kalian suka ya kawan... 
 
*Mengenang Memori*

Dunia 
Lahir dalam dimensi kefanaan
Berjalan dengan konsep perubahan
Tanpa ada sebuah kepastian
Penuh dengan skenario keraguan

Dunia
Ruang yang penuh misteri waktu
Berakhir dalam sebuah angka usia
Berujung dengan terpisahnya raga dari nyawa
Kembali pada Alam tanpa Nafsu

Apa yang telah aku terima 
Dari perjalananku menghamba
Penuh nafsu dan ambisi dunia
Terlupa pada hakikatku sebagai manusia

Apa yang bisa kubawa
Saat menapaki langkahku dibumi
Mencari nikmat semu duniawi
Hingga menutupi tujuanku mengabdi 

Waktu yang terus berjalan
Mengikis usia dengan perlahan
Menua dalam lemah dan rentan
Pengingat akhir sebuah kehidupan 

Kawan
Saat kau ucapkan sebuah harapan
Diusiaku yang terus berjalan
Teringat siapkah kuhadapi nanti
Saatnya tiba kembali pada ilahi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Muhasabah Diri

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Hai kawan.. Lagi senengnya posting puisi setelah terpendam dalam kotak hitam ajaib selam...