Hai kawan.. Lagi senengnya posting puisi setelah terpendam dalam kotak hitam ajaib selama bertahun-tahun. Niatnya sih selain buat melatih keberanian dan kepedean, juga biar bisa sharing ilmu nih sama kalian. Ini puisi amatiran banget.. Namanya juga lagi belajar. Jadi kalau ada salah-salah kata atau pemilihan diksi yang ga tepat please koreksi ya.. Pastinya koreksi yang membangun. Supaya puisi saya nantinya layak untuk dinikmati banyak orang.
Puisi ini tercipta ketika banyak teman2 yang ngucapin selamat untuk miladku tahun ini. Spesial banget karena ternyata aku ada dihati mereka, mereka perhatian banget. And it's a sweet moment for me. Nah, balasan buat kebaikan mereka tercipta lah puisi ini... Semoga kalian suka ya kawan...
*Mengenang Memori*
Dunia
Lahir dalam dimensi kefanaan
Berjalan dengan konsep perubahan
Tanpa ada sebuah kepastian
Penuh dengan skenario keraguan
Dunia
Ruang yang penuh misteri waktu
Berakhir dalam sebuah angka usia
Berujung dengan terpisahnya raga dari nyawa
Kembali pada Alam tanpa Nafsu
Apa yang telah aku terima
Dari perjalananku menghamba
Penuh nafsu dan ambisi dunia
Terlupa pada hakikatku sebagai manusia
Apa yang bisa kubawa
Saat menapaki langkahku dibumi
Mencari nikmat semu duniawi
Hingga menutupi tujuanku mengabdi
Waktu yang terus berjalan
Mengikis usia dengan perlahan
Menua dalam lemah dan rentan
Pengingat akhir sebuah kehidupan
Kawan
Saat kau ucapkan sebuah harapan
Diusiaku yang terus berjalan
Teringat siapkah kuhadapi nanti
Saatnya tiba kembali pada ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar